KORUPSI HELM, KETUA BEM MENGAKU DIJEBAK

gambar nyolong gugel

Halamanbelakang.com – Sempak. “Saya mengaku bersalah karena mudah sekali dijebak,” tutur Budi Iniani (20), ketua badan eksekutif mahasiswa (BEM) Universitas Kantong Kejut (UKANJUT) pada Musyawarah Mahasiswa Akbar, Kamis (20/01) dengan agenda kasus dugaan penggelapan uang pengadaan helm proyek mahasiswa sebesar dua puluh juta rupiah yang dilakukannya.

Sebelumnya, Budi mengaku bahwa apa yang ia lakukan adalah rencana yang telah disusun untuk menjebaknya. Ia mengaku tak tahu menahu tentang pengadaan helm proyek, dan yang datang pada rapat serta menandatangani hasil rapat pengadaan helm proyek bukanlah Budi melainkan orang lain.

Tak ayal, pengakuan ini mendapat penolakan keras dari tim pencari fakta, yang menyatakan bahwa histori absensi menyebutkan Budi hadir dalam rapat pengadaan helm proyek mahasiswa. Selain itu, ditemukan pula bahwa Budi beserta dua orang temannya, Udin Safrudin (21, wakil BEM UKANJUT) dan Rehan Haerudin (22, ‘rekan bisnis’ Budi). Yanto Sukoco (19), kepala tim pencari fakta juga menyebutkan bahwa ditemukan histori transfer sebesar dua puluh juta rupiah ke rekening pribadi Budi, yang kemudian ditransfer masing-masing lima juta ke rekening pribadi Udin dan Rehan.

Penemuan ini diamini oleh Heru Suyono (70), kepala staff kemahasiswaan Universitas Kantong Kejut. Heru menyatakan bahwa Budi menggunakan rekening pribadinya untuk menerima dana pengadaan helm proyek.

“Ya, dana pengadaan helm proyek sebesar dua puluh juta rupiah memang dikirim ke rekening Saudara Budi sebagai penerima. Namun, saya tidak menyangka bahwa uang tersebut digelapkan,” ujar Heru pada Jum’at (21/01).

See also  Camat punya narkoboy, warga bela pelaku

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *