Minyak Langka, Sebuah Keluarga Dikucilkan

gambar dari detik

HalamanBelakang.com – Jakar. Kelangkaan minyak goreng yang belakangan ini terjadi telah menimbulkan pelbagai masalah di negara ini. Salah satunya adalah warga jadi saling pantau dan curiga kepada tetangganya.

Kebiasaan baru ini disinyalir timbul setelah pernyataan dari Menteri Menggoreng atau Digoreng yang menyebut kelangkaan minyak goreng disebabkan oleh ibu rumah tangga yang “menyetok” minyak goreng sebanyak-banyaknya untuk kebutuhan keluarga mereka.

Hal ini ternyata sudah memakan korban, satu keluarga di Desa Sukapongo dikucilkan dari masyarakat karena diduga memiliki banyak persediaan minyak goreng di rumahnya. 

Maman Kerudpamoil, kepala keluarga yang dikucilkan menceritakan dia tak benar-benar menimbun minyak dalam jumlah banyak. Maman mengaku hanya memiliki 6 liter minyak di rumahnya saat ini, dan menurutnya itu bukanlah suatu tindakan penimbunan yang bisa menyebabkan warga lain tak bisa mendapatkan minyak goreng.

“Masih banyak tuh yang nimbun lima bungkus minyak 2 liter, malah saya lihat ada yang cuek bawa dua dus dari minimarket,” ujar Maman.

Dikucilkannya keluarga Maman ini membuat dirinya dan keluarga tak dianggap ada. Seperti saat Maman hendak membeli rokok di warung kelontong depan rumahnya, pemilik warung yang juga tetangganya itu tak jua melayani Maman, meskipun mereka saling bertatap muka. Ini membuat Maman harus membeli kebutuhan pokok di desa sebelah yang berjarak tiga kilometer dari rumahnya, selain hal tersebut, anak-anak Maman juga sering dirundung oleh tetangga disekitar rumahnya melalui emoji wa.

Kepala Desa Sukapongo yang tak ingin disebutkan namanya mengaku baru mengetahui kejadian pengucilan yang dialami Maman Kerudpamoil dan keluarga saat diwawancarai Halaman Belakang. Ia berpendapat bahwa kejadian yang dialami Maman ini sangatlah wajar mengingat Indeks Iri-Dengki masyarakat Desa Sukapongo ini mencapai 90%.

See also  Siswa Mengebom Ruang Kelas, Guru: “Lagi Cosplay Klee, Ceunah”

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *