Gegara Truk Meledak, Warga Jarah Dituntut Ganti Rugi

Gambar dari Kompas Regional

Halamanbelakang.com – Jarahan. Sudah jatuh tertimpa tangga, ungkapan ini cocok untuk menggambarkan situasi puluhan warga Desa Jarah, Kecamatan Angkut, Kota Jarahan. Pasalnya, belum kering air mata karena kepergian keluarga mereka pasca ledakan truk pengangkut BBM jum’at (25/2) lalu, kini mereka harus menghadapi tuntutan Pt. B.O.R Endonesyah, Tbk. atas penjarahan yang dilakukan pada beberapa menit sebelum ledakan terjadi.

“Aduh Pak, kami ini warga kecil. Masa belum selesai berduka karena kematian keluarga, disuruh ganti rugi sesuatu yang bukan kesalahan kami?” keluh Bagong Jalwono (30), ayah dari salah satu korban ledakan truk pengangkut BBM.

Sementara itu, Yadi Endang Suyono (54), Direktur Pt. B.O.R Endonesyah Tbk. menyatakan bahwa ia tidak peduli dengan kesulitan warga Desa Jarah, karena kejadian serupa seringkali terjadi di desa tersebut.

“Sekarang begini saja. Coba pikir bagaimana bisa setiap melewati desa tersebut truk logistik dan pengangkut BBM kami tiba-tiba kecelakaan. Belum habis di sana, tiap kecelakaan terjadi selalu terjadi penjarahan muatan, dan hasil inspeksi pasca kecelakaan kami selalu menunjukkan bahwa ada kerusakan di bagian roda truk dan/atau rem. Padahal, sebelum truk berangkat dari kantor kami selalu memastikan semuanya dalam kondisi optimal. Dan saat kami menanyai pengemudi, mereka menjawab bahwa mereka sempat beristirahat di desa Jarah sebelum kecelakaan terjadi. Jadi, ini kecelakaan atau sabotase yang dilakukan untuk melancarkan penjarahan?” ujar Yadi saat ditemui di kantornya pada hari Selasa (29/2)

Sejauh ini, kerugian pasca ledakan truk pengangkut BBM di desa Jarah ditaksir mencapai kurang lebih lima ratus juta rupiah.

See also  Seorang Aparat Bersenjata Mencium Petani

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *