Resah Dengan Banjir, Ketua RT Dikirim ke Suku Air Utara

Halamanbelakang.com – Gamaukaya. Banjir adalah bencana alam yang marak terjadi di awal tahun. Banyak solusi yang sudah dicoba seluruh jajaran pemerintahan untuk mencegah banjir, sebagian kecil cara tersebut berhasil, sebagian besarnya tidak. Permasalahan banjir ini sangatlah substansial, bahkan beberapa kepala daerah dianggap tak becus menjadi pemimpin hanya karena tak bisa mengatasi banjir.

Pelbagai cerita kegagalan tersebut tak membuat pemerintah putus asa, salah satu upaya terbaru yang direncanakan pemerintah adalah mengirim setiap Ketua RT ke Suku Air Utara untuk belajar mengendalikan air. Rencana tersebut disampaikan oleh Dirjen Kebanjiran, Agus Supargoy saat konferensi pers hari Kamis (69/3) di kantornya. Rencana ini bertujuan agar banjir bisa diatasi oleh Ketua RT di masing-masing wilayah kekuasaannya. 

“Setelah kami lakukan analisis, masalah banjir ini akan lebih baik jika bisa ditangani dari lingkup terkecil, yaitu dari setiap Rukun Tetangga. Jadi nantinya apabila terjadi banjir, Ketua RT akan menggunakan kemampuan mengendalikan airnya agar mencegah banjir masuk wilayahnya,” ujar Agus.

Ide ini dicanangkan langsung oleh presiden saat blusukan ke salah satu RT di Kelurahan Gamaukaya. Presiden mendengar seorang warga bergumam kenapa Ketua RT tidak bisa mengendalikan banjir sehingga rumahnya tergenang banjir. Keluhan warga itu membuatnya terpikir untuk menggagas ide tersebut.

Namun menurut Agus juga, eksekusinya masih terhambat beberapa kendala, salah satunya adalah aturan Suku Air Utara yang tidak mengizinkan wanita mengendalikan air, sedangkan sesuai data yang ia dapatkan, sekitar 30% Ketua RT yang ada di negara ini adalah wanita.

“Tetap kami usahakan agar seluruh Ketua RT baik pria maupun wanita bisa dikirim ke sana. Kami akan mengirim diplomat untuk merayu Guru Pakku agar mau melatih wanita mengendalikan air,” Guru Pakku sendiri adalah tokoh masyarakat Suku Air Utara yang dianggap sebagai pengendali air terbaik di sana.

See also  Dikira Hilang, Tahunya Healing di Istana.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *